Blended Learning

Ketika Covid-19 menyerang Bumi, dunia corporate, terutama corporate learning, seketika gandrung dengan istilah blended learning. Konsep ini menjadi solusi dan tren baru pembelajaran. Lumrah saja, karena konsep tersebut menawarkan berbagai jalan keluar atas keterbatasan (terutama kontak fisik) yang dialami selama pandemi. Sebenarnya, blended learning telah ada sejak lama, berkembang, dipraktekkan, dan menjadi topik utama di kalangan akademisi dan praktisi learning.

Apa sih blended learning? Secara harfiah sesuai artinya, blended learning itu pembelajaran campuran. Apanya yang dicampur? Ya cara belajarnya. Ada banyak sekali metode cara belajar. Di sini akan dipaparkan sebagian, kita bahas secara singkat satu per satu ya..

1. Synchrounous Training + Asynchronous Learning

Synchrounous Training artinya para peserta pelatihan (kelas, sesi pembelajaran, sekolah, atau apapun itu) belajar dipimpin oleh seorang guru, instruktur, fasilitator, trainer, dan sebagainya. Sedangkan pada Asynchronous Learning para pembelajar belajar secara mandiri/sendiri dari berbagai sumber lainnya. Belajar mandiri/sendiri ini tentu saja seputar topik-topik yang ditentukan. Sumber-sumber lainnya pun bisa saja ditentukan oleh guru atau instrukturnya.

2. Offline Classroom + Online Virtual

Pada Offline Classroom peserta dan instruktur bertemu tatap muka secara fisik. Sedangkan pada Online Virtual mereka bertemu tatap muka melalui berbagai media, misalnya Zoom, Google Meet, Microsoft Teams, Webex, dan sebagainya.

3. 70 (On the Job Training) : 20 (Coaching) : 10 (Learning)

70:20:10 adalah perbandingan secara garis besar porsi dari tiap-tiap metode pembelajaran. Pada Learning, para peserta belajar konsep-konsep secara teoritis di dalam kelas. Pada OJT, para peserta belajar bagaimana konsep-konsep tersebut dipraktekkan di dunia nyata. Pada Coaching, para peserta di-coach oleh seorang coach/senior/expert untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi di dunia nyata tersebut.

4. Blend the Blended Learning

Pada metode ini, seluruh metode blended learning yang telah dibahas sebelumnya di-combine sehingga tercipta pengalaman belajar yang lengkap, variatif, dan seru pastinya.

Seperti yang sudah disinggung di atas, sebenarnya ada banyak sekali metode cara belajar, belasan, bahkan puluhan. Misalnya, pre-class, during-class, after-class. Kemudian, ada individual assignment, group project, class project. Jika kita bisa meramunya secara apik, kita akan dapat menciptakan sebuah journey pembelajaran yang variatif dan lengkap di mana para pembelajar dapat menggunakan, melatih, dan meningkatkan seluruh kemampuan dan potensinya sehingga mendapatkan pengalaman belajar seru dan tak terlupakan.